Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017
HUKUM MENGGENDONG ANAK KETIKA SHALAT Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله Pertanyaan:  Bagaimana hukum Syari’at Islam tentang seorang wanita yang shalat, sang anak memegang tangan ibunya dan anak itu duduk di tempat sujud ibunya. Ketika sujud, dia memegang lengan sang anak agar dia bisa sujud dengan sempurna. Apakah shalat dia sah? Jawaban: Ya…Tidak mengapa. Peganglah tangannya agar tidak tertimpa sesuatu. Agar dia tidak pergi ke tempat berbahaya. Jika dia sujud di tempat sujud, maka geser dia sedikit, kemudian sujudlah, tidak mengapa, jika di tangannya tidak ada najis dan tidak ada pula di tempat sujud najis yang basah yang bisa menajiskan tempat sujud. Adapun najis kering maka tidak mengapa. Nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam pernah shalat dengan menggendong Umamah bintu Zainab, anak wanita dari anak wanita beliau. Beliau shalat dengan menggendong Umamah dan para shahabat di belakang sebagai makmum. Jika beliau sujud, maka Umamah diletakkan di lantai. Jika beli...
Di Hadapan Anak Lelaki Usia Berapakah Seorang Wanita Ajnabiyyah Harus Berhijab? BERHIJAB DI HADAPAN ANAK LELAKI Pertanyaan:   Di hadapan anak lelaki usia berapakah seorang wanita ajnabiyyah harus berhijab? Apakah ketika si anak telah mencapai tamyiz ataukah saat ia baligh? Jawab: Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin  menjawab: “Allah berfirman ketika menyebutkan orang-orang yang diperkenankan melihat perhiasan wanita (atau seorang wanita boleh menampakkan perhiasannya di hadapan mereka): “…Atau anak-anak lelaki yang belum mengerti tentang aurat wanita.”  (An-Nur: 31) Dengan demikian bila seorang anak lelaki telah mengerti aurat wanita, yang membuatnya bisa menilai seorang wanita ketika memandangnya, dan ia banyak berbicara kepada si wanita (atau membicarakan wanita), maka tidak boleh wanita itu membuka perhiasannya di hadapan si anak (ia harus berhijab dari si anak). Adapun batas usianya, maka ini berbeda-beda pada setiap anak, ditinjau da...
KABAR GEMBIRA UNTUK PARA ORANG TUA Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: كـل مـا يفعـله الـولد يـستفيد منـه الوالـدان عـلى اعـتبار أنهـما الـسبب فـي هـذا الخـير Setiap apa yang dilakukan oleh seorang anak, maka kedua orang tuanya akan mendapatkan manfaat, karena kedua orang tua merupakan sebab dalam kebaikan tersebut. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: { َأمْ لـَمْ يُنـَبَّأْ بـِمَا فِـي صُـحُفِ مـُوسَى✫ٰ وَإِبْـرَاهِيمَ الَّـذِي وَفَّـىٰ ✫ أَلَّا تـَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخـْرَىٰ ✫ وَأَنْ لَـيْسَ لـِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَـا سـَعَىٰ } “Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, ٰdan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm 36- 39) Dan dalam hadits yang shahih: “أفـضل الكسـب كسـب الرجـل مـن عـمل يـده وأن أولادكـم مـن كسـبكم” “Se...
KERUSAKAN YANG TIMBUL PADA ANAK BERSUMBER DARI ORANG TUANYA  Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة Betapa banyak orang tua yang menjadi penyebab sengsaranya sang anak dan buah hatinya didunia dan diakhirat. بإهماله وتركِ تأديبه , وإعانته له على شهواته Dengan cara sang orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan adab terhadap anaknya. Atau membantu sang anak untuk sebebas-bebasnya memenuhi syahwatnya ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه , وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه، Dengan anggapan yang demikian itu adalah bentuk memuliakan dan kasih sayang terhadap anak, padahal justru tindakan dia ini adalah kezhaliman terhadap anak dan merupakan keharaman ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة Dia juga (Orang tua) dengan tindakannya tersebut telah menyebabkan dia terluputkan dari mendapat kemanfaatan dari si anak di dunia dan akhirat. وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء D...
NASEHAT UNTUK ORANG TUA YANG MEREMEHKAN PENDIDIKAN ANAK-ANAKNYA Fadhilatusy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan hafizhahullah Pertanyaan:   Kami mengharap sepatah kata dari fadhilatusy syaikh teruntuk sebagian ayah dan ibu yang masih meremehkan pendidikan anak-anak mereka, terkhusus hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan ibadah seperti shalat, puasa, dan  selainnya. Kami melihat mereka bermudah-mudahan dalam perkara tersebut. Kami menginginkan sepatah kata dari syaikh yang mulia tentang keadaan ini? Jawaban: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وصَلىَّ اللهُ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأصَحْابِهِ أَجْمَعِينَ . أما بعد، Sesungguhnya anak-anak, selama mereka masih kecil, maka mereka berada di bawah tanggungjawab kedua orang tuanya. Mereka yang akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mendidiknya di atas kebaikan dan adab yang baik. Nabi shallallahu ‘alaihi...
NASEHAT UNTUK ORANG TUA YANG MEMBAWA ANAKNYA KE MASJID Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry حفظه الله Pertanyaan:   Semoga Allah memberkahi anda wahai syekh kami. Pertanyaan kesembilan: Ada sebagian ayah yang membawa anak mereka ke masjid kemudian dibiarkan anak-anak mereka berbuat sekehendaknya, berbicara dan bermain-main sehingga mengganggu orang yang shalat. Bagaimana nasehat anda? Baarokallohu fiik Jawaban: Yang pertama:  wajib untuk mengajarkan dan membiasakan kepada anak-anak untuk memuliakan masjid dan menghormati kaum muslimin yang sedang shalat. Yang kedua:  jangan membawa anak-anak ke masjid kecuali yang sudah tamyiz, dikarenakan anak yang belum tamyiz kalau dilepas, maka akan bermain-main dan membuat kekacauan. Ya, kalau seorang terpaksa (harus membawa anak kecil) disebabkan ibunya sakit atau karena ibunya juga sedang shalat dan menjaga anak kecil, maka dia yang membawa anak kecil tersebut harus menjaganya dengan baik. Kalau anaknya m...
NASEHAT UNTUK ORANGTUA YANG ANAKNYA MALAS BELAJAR Oleh : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullah Soal:  Mohon nasehatnya untuk para santri yang sering bermalas-malasan, dan merasa bosan dalambelajar atau muraja’ah pelajaran, sehingga tidak serius dalam belajar? Jawab:  Jangan-jangan kena gadget tadi itu, sudah kena itu, sudah. Yang biasa memegang mushaf Al-Qur’an. Al-Qur’annya taruh diganti gadget tadi. Iniadalah dampak negatifnya, membikin malas dan futurnya anak-anak. Kalau ia singkirkan gadget tadi. belum waktunya kamu pegang itu. Barakallahufikum. Kemudian orang tua masing-masing atau ustadznya masing-masing dicari tahu apa sebab malasnya dia, kalau malasnya karena teman-temannya, dijauhkan dari teman-teman yang jelek. Kalau malasnya dia dikarenakan gadget, jauhakn dari gadgetnya tadi itu. Kalau dia malas, jenuhnya karena lainya, diobati sesuai asbabnya masing-masing. Barakallahufikum Jadi untuk para santri secara pribadi ketika merasakan hal yan...